Trik Agar Motor Tetap Irit BBM

Image and video hosting by TinyPic

Seandainya harga bensin positif naik, enggak cuma pemilik mobil yang teriak-teriak. Pemakai motorpun ikutan dongkol lantaran kantongnya makin terkuras. Apalagi rakyat bikers kebanyakan golongan paling rentan terkena dampak kenaikan BBM. Namun apamaudikata, BBM melambung sudah di depan mata.

“Agar tidak menguras kantong, usahakan agar motor tetap irit. Segala bentuk modifikasi yang justru bikin motor boros dikembalikan ke standar. Kalo perlu pasang perangkat yang sudah terbukti bikin irit,” urai Tommy Bramantya, chief instructor HMTC Jakarta. Berikut ini panduan agar motor tetap irit bensin.

Mesin

Jeroan mesin kembalikan standar

Jeroan mesin yang sudah aus bikin tenaga ngedrop. Udah larinya enggak ada tapi justru minum bensin berlebih. Misal piston baret, ring lemah, klep bocor atau paking head bocor. Jika ini terjadi pada motor Anda segera perbaiki. Pokoknya jeroan mesin harus dikembalikan seperti kondisi standar.


Pengapian


Cukup ganti CDI tipe racing bisa hemat BBM

Lejutan api yang besar serta timing yang tepat sangat dubutuhkan saat proses pembakaran. Makanya cek kondisi busi, koil serta CDI jangan sampai menurun performanya. Jika perlu ganti CDI dengan tipe racing yang memiliki spek kurva sesuai dengan motor standar. Misalnya pakai CDI XP202, BRT atau Rextor. Hasil test OTOMOTIF, aplikasi CDI racing terbukti mampu menghemat bensin.


Karburator

Bersihkan serta kembalikan spuyer ke ukuran standar

Jika spuyer karburator sudah tidak standar lagi atau pernah diganti dengan ukuran lebih besar, sebaiknya dikembalikan ke ukuran standar. Kondisi jarum skep berikut dudukannya (needle jet) yang telah aus sebaiknya diganti baru.

“Ciri-ciri needle jet aus, saat digas mesin brebet. Disertai asap knalpot warna hitam. Kondisi seperti ini pasti bikin motor boros. Jangan lupa filter udara dipasang dan dibersihkan,” tambah Tommy.


Tekanan Ban

Tambahlah angin jika kempis

Mungkin dikira sepele. Tapi kondisi ban yang kempis bikin tarikan motor jadi berat. Ujung-ujungnya dibutuhkan minum bensin lebih banyak. Apa susahnya sih tambah angin. Paling-paling cuma seceng (seribu rupiah).



Penulis : AZ

dikutip dari http://www.otomotif-online.com/

0 comments

Post a Comment

Budayakan membaca sebelum berkomentar NO SPAM NO SARA
Jangan menaruh link aktif jika tetap nekat admin akan menandainya sebagai SPAM.